Analisa Media Sosial Pengaruh Kritik Akademisi & Film Dokumenter “Dirty Vote”

Belum lama ini gelombang kritik para akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia [Link] dan sebuah film dokumenter “Dirty Vote” [Link] menghebohkan ujung masa kampanye PilPres 2024. Terlepas dari pro-kontra dari kedua kejadian ini, cukup menarik untuk melihat dampak keduanya terhadap elektabilitas paslon peserta PilPres 2024. Karena kedua kejadian ini terjadi diujung masa kampanye (sesaat sebelum pilpres dilakukan) maka cukup sulit untuk sebuah survey konvensional menganalisa dampak dari keduanya.

Namun di Era Web 2.0 pendapat masyarakat dapat dianalisa dari data media sosial. taudata Analytics™ menganalisa trend sentimen seluruh peserta pilpres 2024 sejak masa kampanye dimulai tanggal 28 November 2023 hingga 13 Februari 2024 di berbagai media sosial mainstream seperti facebook, tiktok, instagram, youtube, dan linkedin. Walaupun data media sosial tidak dapat digeneralisir secara langsung, namun analisa media sosial dapat menjadi sumber informasi/insight yang cukup berharga.

Berikut ini trend Sentimen Positif ketiga pasLon PilPres 2024 di masa kampanye PilPres 2024:

Sedangkan trend Sentimen negatif dapat dilihat pada grafik berikut:

Dari kedua grafik diatas nampak bahwa kedua peristiwa kritik akademisi dan film “Dirty Vote” membawa dampak yang cukup signifikan dimana PasLon 02 yang awalnya mendominasi sentimen positif namun seiring berjalannya waktu semakin menurun dan diungguli PasLon 01. Sedangkan PasLon 03 sempat mendominasi sentimen positif di pertengahan masa kampanye, namun kembali menurun di akhir masa kampanye. Sentimen positif PasLon 02 sempat naik sesaat di akhir masa kampanye, namun kembali turun hingga 13 Feb 2024. Menariknya, sentimen Negatif terhadap PasLon 01 di ujung masa kampanye juga tertinggi dibandingkan PasLon lain dan PasLon 03 relatif memiliki sentimen negatif terendah di sepanjang masa kampanye.

Silahkan kunjungi halaman berikut untuk info selengkapnya: https://taudata-analytics.com/pi-sentiment/